Monthly Archives: December 2014

Menghitung jarak dan waktu di Excel dengan menggunakan Google Map API

Microsoft Excel adalah aplikasi serba bisa dari Microsoft, menurut saya aplikasi ERP saja bisa kalah dengan fleksibilitas dari Microsoft Excel ini. Excel bisa digunakan untuk pencatatan Absensi, Accounting, Penjualan, Pembelian dan sebagainya. So, apa lagi yang diragukan dari Microsoft Excel ini? berterimakasih lah kepada microsoft *opssss.

berikut saya coba tuliskan bagaimana menggunakan excel untuk menghitung jarak dan waktu. Mungkin ini bisa digunakan oleh orang2 yang bekerja sebagai Route Planning yang bekerja di Logistic/ Supply Chain Company.

map-api-excel-polairut

map-api-excel-polairut

Read the rest of this entry

Advertisements

Apa itu Warehouse Management System?

Warehouse Management System (WMS) adalah System/ aplikasi yang dikhususkan untuk mengelola gudang penyimpanan atau Warehouse. System ini akan mengatur segala kegiatan yang ada di area gudang mulai dari Kedatangan Barang (Receiving), Peletakan Barang (Putaway), Perpindahan Barang(Moving), Cycle Count (Stock Take) hingga pengambilan barang(Picking).

Feature2 yang terdapat di WMS:

  1.  Putaway Strategy » Strategy dalam peletakan barang di gudang.
    • Empty Location: menempatkan barang hanya pada lokasi kosong
    • Consolidate LOT/BATCH » menempatkan barang dengan cara menggabungkannya di lokasi yang mempunyai LOT/ BATCH yang sama.
    • Consolidate ITEM » nemempatkan barang dengan cara menggabungkannya di lokasi yang mempunyai ITEM/ Barang yang sama.
    • Item Location Assignment » menempatkan barang pada lokasi khusus yang sudah di assign ke Item/ Barang tsb.
  2. Allocation Strategy » Strategy Pengambilan barang untuk memenuhi kebutuhan order dari lokasi penyimpanan.
    • FIFO
      • First In First Out ad
    • FEFO
      • First Expired First Out, strategy ini biasanya digunakan pada product consumer goods yang mempunyai masa expired, terutama pada makanan dan obat obatan.
    • LIFO
      • Last In First Out, strategy ini menempatkan barang yang baru masuk agar dikeluarkan terlebih dahulu. Barang yang baru masuk ditempatkan di posisi paling depan agar mudah dikeluarkan “drive-in”. Strategy ini biasanya digunakan untuk barang barang yang ukurannya berat sehingga tidak terlalu sulit jika mengeluarkan barang dari bagian depan.
    • Maximize Space
      • Tujuan dari strategy ini adalah untuk memaksimalkan space dengan cara menghabiskan lokasi yang part case/ receh terlebih dahulu. konsekuensinya adalah traveling time pada saat picking/ pengambilan barang akan lebih panjang dibanding strategy yang lain.
    • Minimize Visit
      • pengambilan barang dari tempat yang mempunyai jumlah yang lebih besar dari kebutuhan order/pesanan nya.
    • Item Allocation Assignment
      • pengambilan barang dari tempat yang dikhususkan untuk barang tertentu.
    •  Closest Match – allocate least available that fills entire request
      • pengambilan barang dari lokasi yang jumlah barangnya mendekati kebutuhan order.
  3. Replenishment
    • Replenishment adalah proses pengisian kembali terhadap lokasi yang sudah kosong/ tidak mencukupi.
  4. Cross Dock

masih banyak lagi feature2 yang dimiliki oleh WMS untuk menunjak kegiatan/ aktifitas aktivitas di gudang. Saya akan coba untuk menuliskannya jika ada kesempatan. Silahkan diberikan komentar untuk disikusi.

 

Apa itu Supply Chain

SCM (Supply Chain Management) mungkin sering didengar, apa itu? Sebenarnya tanpa sadar kita sudah merasakan ‘efek’ dari supply chain. Contohnya: pakaian yang digunakan sekarang, Nasi yang ada di atas meja makan, lipstik yang nempel di bibir, atau parfum yang disemprot ke badan.

Supply Chain adalah proses dimana dimulai dari barang mentah (raw material) diproses menjadi barang jadi (Finished Goods) dan didistribusikan sampai ke pelanggan (end customer). Jika mengacu ke contoh diatas, berarti, mulai dari tanaman kapas dipanen, diolah menjadi benang, kemudian menjadi kain, seterusnya di jahit menjadi pakaian. Setelah itu dikirimkan ke toko toko sehingga pelanggan bisa membeli pakaian tersebut.

Betapa panjangnya alur tersebut, jika salah satu alur saja terputus, kita tidak akan bisa memakai pakaian yang digunakan sekarang.  Bayangkan jika bahan baku untuk membuat kain tidak ada, tidak akan ada pakaian yang dijual di toko sehingga anda tidak akan mengenakan pakaian kesayangan anda. Terdapat prosess yang komplek di setiap bagian dari prosess tersebut, dan tidak boleh terputus pada salah satu bagiannya.

Secara umum, prosess SCM bisa dibedakan menjadi :

  • Planning (Perencanaan). Perencanaan barang apa yang akan diproduksi, berapa total yang akan diproduksi.
  • Purchasing (Pengadaan). Berapa banyak/ apa saja bahan baku/ peralatan yang diperlukan untuk memproduksi barang.
  • Logistic yang terdiri dari Warehouse/ Penyimpanan dan Distribusi. Penyimpanan barang setelah diproduksi, bagaimana cara mendistribusikannya ke pelanggan.

seperti itu kira2 supply chain yang semoga penjelasannya mudah di’cerna’ oleh reader. Kritik dan saran dipersilahkan untuk sharing.