Monthly Archives: August 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Senyum menawan si jantung hati,
Berjalan santai di pagi hari
Mari kawan bersihkan hati,
Sambut Ramadhan bulan yang suci,

Kuda putih sangat perkasa,
Berlari kencang luar biasa
Bermaaf-maafan bila ada dosa,
Karena Ramadhan kan segera tiba

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, semoga Kita diberikan kekuatan untuk menjalankan Ibadah Puasa, dan diberikan kesempatan untuk menjalankan Ibadah Puasa di Tahun berikutnya. Amin.

pantun diambil dari sini
Advertisements

Jangan Intervensi saya, nanti saya kartu merah

Lagi lagi cerita unik dari sepakbola indonesia, kali ini antara petugas keamanan dengan wasit/official pertandingan, bukan antara sporter dengan sporter (udah bosen dengarnya) . :D. Terjadi pada final Piala Indonesia antara Sriwijaya FC vs Arema Indonesia di stadion Manahan Solo, Minggu, 1 Agustus 2010.  Pertandingan kali ini dipimpin oleh wasit berlisensi FIFA, Jimmy Napitupulu. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan Sriwijaya FC sebagai juara Piala Indonesia 2010. Ya.. selamat buat Sriwijaya FC, bonusnya jangan lupa bagi saya ya.. :ngarep:.

Jalannya pertandingan boleh saya bilang seru, serang menyerang antar kedua kubu, seperti sepak bola di eropa loh. alhasil score kacamata untuk kedua team. Namun pertandingan dibabak pertama di-hadiahi sebuah kartu merah untuk kubu Aream an. Noh Alam Shah karena mengangkat kaki terlalu tinggi hingga membhayakan kepala pemain Sriwijaya.

Jalannya babak kedua agak lama dibanding biasanya, tertunda lebih dari 40 menit. Iini karena ada intervensi dari pihak Keamanan “kapolda Jateng” yang menginginkan wasit pertandingan (jimmy) diganti, loh kok..  “Wasitnya tolong diganti. Kalau tidak bisa saya akan bubarkan pertandingan,” kata Alex (kapolda Jateng ) kepada inspektur pertandingan.

Orang PSSI boleh pulang ke Jakarta. Tapi keamanan urusan Kapolda,” kata Alex Bambang. loh kok..

Inspektur pertandingan belum bisa mengambil keputusan. Karena memang pihak keamanan tak bisa serta-merta meminta wasit untuk diganti. Inilah kontrovesi itu, setahu saya wasit lebih berhak dilapangan hijau bahkan dibanding presiden pun.

seperti ini kata jimmy:

Yang berhak mengganti wasit itu adalah wasit itu sendiri. Kalau saya tidak sanggup lagi, kalau saya pincang, saya keram, atau saya sakit perut dengan pemeriksaan dari dokter dan ada surat dari dokter yang mengatakan saya perlu diganti, baru saya boleh diganti. Selama masih mampu memimpin pertandingan tidak seorangpun yang bisa mengganti wasit termasuk presiden.

Jangankan presiden, masuk ke dalam lapangan tanpa seizin saya pun tidak boleh. Itu sebabnya, BLI (PT Liga Indonesia) pun tidak bisa ikut campur, tidak bisa intervensi saya. Pengawas pertandingan juga tidak berhak mengganti saya.


Kapolda mengatakan kepada saya? “Apakah anda bisa memimpin lebih baik lagi di babak kedua?” Trus saya tanya, “Kesalahan saya apa pak?” Katanya, “Kamu tadi tidak lihat kalau pemain nomor sembilan mendorong wajah salah satu lawannya.”

Lalu saya jawab, “Kalau saya lihat pasti saya hukum.” Saya manusia. Selagi saya tidak lihat saya tidak tahu apa yang saya tidak lihat. Oke itu satu. Sekarang giliran saya yang bicara. Piala Dunia antara Jerman lawan Inggris. Inggris membuat gol tapi tidak disahkan oleh wasit. Diganti nggak wasitnya? Ada polisi intervensi? Tidak ada!

Ya, namanya wasih, manusia, tidak luput dari kesalahan, lantas kenapa kapolda menginginkan wasitnya diganti, tidak adil mungkin, maybe, maybe yes, maybe no. Mungkin ini bentuk kecintaan Kapolda kepada sepakbola, ya.

untuk wawancara lengkap wasit jimmy setelah pertandingan bisa liat disini.

Hidup Sepak Bola Indonesia..